UNP Padang Kembangkan Sulaman Panampuang sebagai Bisnis Industri Kecil Unggulan Daerah

Upaya untuk mewujudkan icon Nagari Panampuang sebagai nagari Pinjaik Patah semakin menggeliat, Pemerintah Nagari Panampuang dengan Pengrajin Sulaman dan Bordir Panampuang kali ini menggandeng lagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (LPM FE UNP). Bertempat di gedung Pasar Agropolitan Sabtu (27/7) dilaksanakan pelatihan dengan tema Pengembangan Bisnis Sulaman sebagai Industri Kecil Unggulan Daerah dan Warisan Budaya Minangkabau untuk 25 orang Pengrajin Sulaman di Nagari Panampuang.
Yang menjadi narasumber dalam pelatihan ini berasal dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNP yang diketuai langsung oleh Ketua Program Studi Magister Manajamen UNP Erni Masdupi, SE. MM, Phd dengan anggota Rahmiati, SE, M.Sc Ketua Jurusan Manajemen dan Halkadri, SE, M.Si Ketua Prodi D3 Akuntansi dan dari BRI Incubator Riri Evanda.
Ketua Tim LPM UNP dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Nagari Panampuang mempunyai potensi dan warisan budaya minangkabau yang harus dikembangkan, untuk itu salah satu kontribusi yang kami lakukan dari Perguruan Tinggi adalah pelatihan dan pembekalan ini, apalagi ini jg terkait dengan tri dharma Perguruan Tinggi yaitu salah satunya penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Kami akan ikut membantu mengembangkan sulaman Nagari Panampuang, untuk kali ini kami berikan pembekalan terkait dengan pengembangan motif, manajemen usaha dan manajemen keuangan. ujar Erni Masdupi.
Walinagari Panampuang Zulhendra, S.HI pun dalam arahan dan sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada UNP Padang yang telah memberikan kontribusi yang besar untuk mengembangkan sulaman Panampuang, apalagi saat ini Panampuang sangat intens mengembangkan sulaman, dan akan menjadikan Nagari Panampuang sebagai sentra sulaman pinjaik patah dan sebagai eduwisata sulaman. InsyaAllah dalam tahun ini Nagari Panampuang akan membuat Galeri Sulaman tempat memajang dan memjual sulaman secara manual ataupun on line, sekaligus tempat pelatihan, sehingga akan meningkatkan ekonomi Pengrajin sulaman kita yang ada setiap rumah penduduk yang menjahit dengan pamedangan, harap Walinagari. Apalagi saat ini Nagari Panampuang sebagai lokus Program Strategis dari Kementrian Desa PDTT berupa Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID PEL), tambah Zulhendra.
Pelatihan dan Pengabdian Masyarakat ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan, yaitu tanggal 27 Juli dan 10 Agustus 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *