Sejarah

Nagari Panampuang merupakan satu dari 7 (tujuh) Nagari yang ada di kecamatan Ampek Angkek, yang terdiri dari tujuh jorong yaitu jorong Bonjo, Sungai Baringin, Lundang, Lurah, Surau Lauik, Surau Labuah dan Kubu. Pusat Pemerintahan Nagari terletak di Pakan Kaluang Jorong Surau Lauik.

Dalam bukuĀ  sejarah dan Monografi Adat Kanagarian Panampuang yang ditulis oleh H. Azwar Abdullah Dt Mangiang, asal mula nagari Panampuang bermula dari sebuah daerah yang genting antara batang air Lasi dan Batang Air Sikabu, yang dikenal dengan nama Gantiang.

Didaerah Gantiang itulah asal mula Nagari Panampuang, sehingga ada satu wilayah dikampung Gantiang itu yang diberi nama Panampuang. Awalnya orang Panampuang terbagi kepada 4 (empat) suku, yakni :

  • Suku Guci
  • Suku jambak
  • Suku Tanjung
  • Suku Koto

MenurutĀ  tambo, satu suku yakni Suku Sikumbang datang kemudian, sehingga dalam perjalanan sejarah nagari, Nagari Panampuang dikenal juga dengan Nagari Limo Suku.

 

Nama-nama Pimpinan Nagari/ Walinagari Panampuang sejak tahun 1915 sampai sekarang
[table id=7 /]
Berdasarkan Undang-undang nomr 5 Tahun 1975 tentang Poko-pokok Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tetang Pemerintahan Desa, Pemerintahan Profinsi Sumatera Barat menjadikan Jorong-jorong yang ada di Nagari menjadi Pemerintahan Desa. Dengan demikian Nagari Panampuang yang terdiri dari 7 (tujuh) Jorong terbagi kedalam 7 (tujuh) desa.

Pada tahun 1993 berdasarkan Peraturan perundang-undangan yang ada, bahwa desa yang penduduknya kurang dari 1000 jiwa digabung menjadi satu desa. Dengan demikian wilayah Panampuang dari sebelumnya terdiri dari 7 (tujuh) desa menjadi 4 (empat) desa yaitu Desa Lundang, Desa Surau Laut, Desa Panampung Puhun (gabungan dari desa Kubu dan Desa Surau Labuh) dan Desa Panampung Ujung (gabungan dari Desa Lurah, Desa Sei Baringin dan Bonjo).

Kemudian pada tahun 1999, dengan keluarnya Uundang-undang nomor 22 tahun 1999, yang ditindak lanjuti dengan Peraturan Daerah Profinsi Sumatera Barat Nomor 9 tahun 2000, maka Pemerintahan Desa yang ada di seluruh Sumatera Barat dikembalikan ke dalam bentuk Pemerintahan Nagari (kecuali Kabupaten Mentawai)

Secara de jure Nagari Panampuang kembali ke Pemerintahan Nagari pada tanggal 18 Agustus 2001, dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Kabupaten Agam nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Nagari. Namun secara de facto Nagari Panampuang kembali kedalam bentuk Pemerintahan Nagari adalah pada tanggal 11 November 2001.